Thursday, 19 April 2012

Direct/Inderect Speech


Nama : Dibba Hadi Saputra / 12211054
Kelas : 1EA13 – Direct/Indirect Speech (SoftSkill)


1.      Windy said “I have finished doing my homework”
a.      Windy said that she had finished doing her homework .
b.      Windy said that she has finished doing her homework.
c.       Windy said that she finished doing her homework.
Answer : A. (A Present Perfect tense become to a Past Perfect tense)

2.      Nia said “I was playing basketball with my friends”
a.      Nia said that she was playing basketball with her friends.
b.      Nia said that she has been playing basketball with her friends.
c.       Nia said that she had been playing basketball with her friends.
            Answer : C. (A Present Perfect Continous tense become to a Past Perfect Continous tense)

3.      Dibba said “I will leave this town tomorrow morning”
a.      Diba said that he will leave this town tomorrow morning.
b.      Dibba said that he would leave this town tomorrow morning .
c.       Dibba said that he will be leaving this town tomorrow morning.
Answer :  B. (A Future tense become to a Conditional Tense)

4.      Derra said “I was cooking for dinner with mom”
a.      Derra said that she was cooking for dinner with her mom.
b.      Derra said that she had been cooking for dinner with her mom.
c.       Derra said that she has been cooking for dinner with her mom.
Answer : A. (A Present Perfect Continous tense become to a Past Perfect Continous tense)

5.      Yulia said “I will ask the lecturer about this homework”
a.      Yulia said that she will ask the lecturer about her homework.
b.      Yulia said that she will ask her  homework to her lectutere.
c.       Yulia said that she would ask the lecturer about her homework.
Answer : C. (A Future tense become to a Conditional Tense)
6.      “I might come home late” said Ricky
a.      Ricky told me that he might come home late.
b.      Ricky said that he might come home late.
c.       Ricky said that he will be late.
Answer : B. (A Present Tense in reported)

7.      Bea asked, “are you okay?”
a.      Bea asked about how am I doing.
b.      Bea wanted to know if I was okay.
c.       Bea asked me if I was okay.
Answer : C. (A Reported speech)

8.      She said to me, “I am really busy”
a.      She said to me that she was really busy.
b.      She told me that she is busy .
c.       She said to me that she is really busy.
Answer : A. (A Present Continous tense become to a Past Continous Tense)

9.      Nia said “I will be at home tomorrow”
a.      Nia said that she would be at home tomorrow.
b.      Nia said that she will be at home tomorrow.
c.       Nia told me that she will be at home tomorrow.
Answer : A. (A Future Continous tense become to a Conditional Continous Tense)

10.  Dad said “I am very sleepy”
a.      Dad said that he was very sleepy.
b.      Dad said that he is very sleepy.
c.       Dad told me that he wants to sleep.
Answer : A. (A Present Continous tense become to a Past Continous Tense)



11.  He said “The game had already playing when he arrived”
a.      He say the game has already playing whe he arrived.
b.      He said the game had already playing when he arrived.
c.       He said the game has already playing when he arrived.
Answer : B. (A Past Perfec tense become to a Past Perfect Tense, No Change)

12.  Nabiya said, “I’ll teach English tommorow”
a.      Nabiya told that she should teach English tomorrow.
b.      Nabiya said she would teach English tomorrow.
c.       Nabiya said she should teach English tomorrow.
Answer : B. (A Future tense become to a Conditional Tense)

13.  She said, “What shall we eat today ?”
a.      She asked what we should eat today.
b.      She said what we should eat today.
c.       She said what we shall eat today.
Answer : A. (A Past Perfect tense become to a Past Perfect Tense, just change shall to should)

14.  Mother said, “It’s cold”
a.      She say it was cold.
b.      She said it had cold.
c.       She said it was cold.
Answer : C. (A Present Continuous tense becomes a Past Continuous.)

15.  Dibba said, “I am very busy now”A (A present continuous tense becomes a past continuous.)
a.      Dibba said that he was very busy.
b.      Dibba say that he was very busy.
c.       Dibba say that he has very busy.
Answer : A. (A Present Continuous tense becomes a Past Continuous.)

Wednesday, 14 December 2011

Mahfud MD: Koruptor Harusnya Dipertontonkan ke Umum, Layaknya di Kebun Binatang


REPUBLIKA, JAKARTA--Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengusulkan dibuat kebun bagi koruptor, sebagaimana dengan kebun untuk binatang.

"Saya usul agar koruptor jangan dibikin takut, tapi dipermalukan. Misalnya dibuat kebun bagi koruptor," kata Mahfud MD usai Silaturahim Anti Korupsi di Gedung Juang, Jakarta, Ahad.

Menurut Mahfud, pelaku korupsi tak ubahnya seperti hewan. Dengan adanya kebun bagi koruptor itu, kata Mahfud, maka sebaiknya dipertontonkan kepada publik.

"Lebih baik daripada murid-murid disuruh melihat binatang setiap semester, setiap liburan. Toh sama-sama binatang juga. Orang yang melakukan korupsi, sebenarnya hatinya binatang. Di situ (kebun koruptor) ditunjukkan, ini loh tampang koruptor, yang dihukum 20 tahun, sekian tahun, tampilkan foto-foto korbannya," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, usulan yang disampaikannya memang terkesan main-main. "Sepertinya main-main tapi menarik untuk dijajaki tapi perlu pemberian kewenangan melalui UU. UU nya sudah bagus, tapi penegakkannya yang tidak bagus dan banyak yang tersandera," kata Mahfud.

Dibuatkannya kebun bagi koruptor adalah dalam rangka membuat malu sehingga orang-orang tidak lagi melakukan korupsi. "Mungkin agak lucu, upaya menghukum koruptor ini sepertinya tidak banyak gunanya dan hukumannya ringan sehingga semakin hari koruptor semakin banyak dan tidak merasa malu menjadi koruptor. Bahkan koruptor itu diperlakukan secara istimewa," kata Mahfud.

Hadir dalam Silaturahim Anti Korupsi itu adalah Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah, calon pimpinan KPKBambang Widjajanto dan mantan hakim Pengadilan Tanggerang Asep Iwan Iriawan.

Sumber : http://forum.indogamers.com/showthread.php?t=476421&page=1

Malaysia Terus Berlari


MALAYSIA benar-benar membuktikan keseriusannya untuk menjadi bangsa yang maju pada tahun 2020. Mereka sekuat tenaga mendorong warganya untuk terus berkembang, terutama di sektor perdagangan. ”Perdagangan adalah darah kehidupan bagi kami,” kata Menteri Perindustrian dan Perdagangan Internasional Malaysia Dato’ Sri Mustapa bin Muhamed.

Tidak main-main, ratusan pengusaha dari sekitar 70 negara di dunia menghadiri International Trade (Intrade) Malaysia 2011 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 22-24 November 2011. Mereka diundang dan akomodasi selama di Kuala Lumpur ditanggung oleh lembaga promosi perdagangan Malaysia, Malaysia External Trade Development Corporation (Matrade), sebagai calon importir produk-produk Malaysia.

Intrade kelima ini mengangkat tema ”Innovation and Innovative Products”. Matrade menyediakan 425 stan di pameran yang diikuti ratusan pelaku usaha di Malaysia dan 15 negara lain, seperti Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, Laos, China, Taiwan, Sri Lanka, Hongkong, Uni Emirat Arab, Banglades, India, Korea, dan Jepang.

Para pelaku usaha juga dipertemukan dalam Incoming Buying Mission (IBM) yang didatangi importir dari 54 negara di dunia. Jadwal diatur sedemikian rupa dan para pelaku usaha Malaysia mendatangi para calon pembeli mulai dari Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Selatan, Amerika, Australia, Eropa, hingga Afrika, untuk mempromosikan produk mereka.

Namun, pertemuan itu tidak semata-mata membawa keuntungan bagi Malaysia. Sebab, ketika ratusan pelaku usaha bertemu di suatu tempat, mereka dapat melakukan transaksi bisnis dengan bebas. Diperkirakan ada ribuan transaksi bisnis yang berlangsung. Siapa pun berpotensi menjadi pembeli atau penjual.

Edward Tjandrakusuma, pemilik CV Bara Cipta Mulia, perusahaan Indonesia yang bergerak di pengolahan hasil bumi, misalnya, mengatakan, banyak negara yang berminat membeli sesuatu dari Indonesia. Sayangnya, dari Indonesia hanya ada dua perusahaan yang mengikuti pertemuan bisnis itu.

”Banyak yang bertanya kepada saya, apakah kamu punya batubara? Apakah kamu punya benang tekstil? Saya hanya bisa menjawab bahwa kami akan mengusahakannya. Seharusnya ajang seperti ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh Indonesia,” katanya.

Edward mengaku sudah lima kali mengikuti Intrade sejak awal pelaksanaan pada tahun 2007. Menurut dia, kegiatan itu memberinya banyak peluang, terutama untuk mempromosikan produk lokal ke berbagai negara di dunia. ”Walaupun saya hanya diminta untuk mendengarkan promosi dari pelaku usaha Malaysia, kenyataannya saya mulai mengekspor kayu manis karena mengikuti kegiatan ini,” ujar Edward yang pada Rabu (23/11) itu melakukan 21 pertemuan bisnis.

Pengusaha yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur, itu juga mengakui tingginya kepercayaan diri dan semangat yang dimiliki pelaku usaha di Malaysia. Seorang ibu datang kepadanya dan menawarkan martabak beku untuk diekspor ke Indonesia.

”Saya sudah mengatakan bahwa di Indonesia martabak adalah makanan yang dengan mudah ditemui di kaki lima. Martabak beku akan sulit laku, apalagi harganya mahal. Tetapi ibu itu dengan penuh semangat terus mencoba meyakinkan saya dengan menyebutkan kelebihan-kelebihan martabaknya,” kata Edward.

Wilson Chang, Chief Executive Officer (CEO) Zheng Food SDN BHD, salah satu perusahaan Malaysia yang bergerak dalam penjualan dim sum, mengaku optimistis dapat menjual produknya ke negara lain. IBM kali ini merupakan pertemuan bisnis yang pertama baginya dan dia bertekad untuk tidak menyia-nyiakannya.

”Kami diberi kesempatan untuk menawarkan produk kami. Selama ada kesempatan, kami akan ambil. Sebab, kesempatan yang sama bisa jadi tak akan datang kembali. Saya tidak akan menjual dim sum ke China sebab di sana dim sum bukan sesuatu yang spesial. Indonesia merupakan pasar yang potensial,” ujar Wilson.

Mendorong UKM

Tak hanya mengadakan Intrade, Matrade juga memiliki Malaysia Export Exhibition Centre (MEEC) yang berada di lantai 2, yang memamerkan produk dan jasa dari 501 perusahaan eksportir di Malaysia. Beragam produk dari berbagai kategori, mulai dari perhiasan, pakaian, makanan, produk animasi Upin-Ipin, hingga produk mobil nasional Malaysia, Proton, dipamerkan lengkap dengan keterangan dan klasifikasinya.

Matrade juga memiliki 43 kantor perwakilan di seluruh dunia dan mengadakan aneka kegiatan promosi dan bisnis di negara-negara tersebut. Tahun 2010, misalnya, ada 109 kegiatan promosi yang dilakukan, sedangkan pada 2011 meningkat menjadi 113 kegiatan. Tahun 2012 Matrade rencananya mengadakan 124 kegiatan promosi yang fokus pada pasar yang sedang bertumbuh, seperti India dan China.

Hasilnya, kegiatan ekspor-impor Malaysia tercatat terus menanjak dari tahun ke tahun. Hanya pada tahun 2009 aktivitas perdagangan melesu sebagai dampak dari krisis global. Namun, baik ekspor maupun impor kembali meningkat pada 2010 dan 2011.

Tahun 2010, misalnya, aktivitas perdagangan internasional Malaysia mencapai 362,8 miliar dollar AS dengan angka ekspor sebesar 198,51 miliar dollar AS dan impor 164 miliar dollar AS. Tahun 2011 aktivitas perdagangan internasional Malaysia hingga September mencapai 312,7 miliar dollar AS. Angka itu naik 8,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2010, yaitu 287,8 miliar dollar AS.

Dato’ Sri Mustapa mengatakan, Malaysia berkomitmen untuk menciptakan iklim perdagangan yang kondusif dengan berusaha meminimalkan berbagai hambatan. Malaysia melakukannya dengan kerja sama bilateral, antara lain dengan Jepang, Pakistan, Cile, Selandia Baru, China, Korea, dan Australia.

”Kami kini sedang bernegosiasi dengan Australia, Turki, Uni Eropa, dan anggota-anggota Trans Pasific Partnership untuk mewujudkan free trade agrement (FTA). FTA akan mengakomodasi pengurangan tarif, mengurangi regulasi yang berbelit-belit yang selama ini menjadi hambatan, dan meningkatkan transparansi,” kata Dato’ Sri Mustapa.

Malaysia serius mencapai target mereka pada 2020 dengan berbagai langkah yang jelas, seperti transformasi pemerintahan serta transformasi ekonomi melalui model ekonomi baru dan program pembangunan.

Chief Executive Officer Matrade Wong Lai Sum mengatakan, ”Sejak tahun 1993 kami tidak pernah berjalan. Kami terus berlari, berlari, dan berlari.”

Mereka juga sangat mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah untuk berani memulai ekspor produknya. Di Intrade, sebanyak 813 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Malaysia difasilitasi untuk mengikuti pameran dan dipertemukan dengan para calon importir dalam IBM. Para pelaku UKM merupakan penggerak ekonomi terbesar di Malaysia.

Industri-industri dalam negeri juga diperkuat, terutama yang bergerak di bidang teknologi dan manufaktur. Malaysia memilih untuk mengembangkan industri bernilai tinggi, termasuk di sektor pertanian. Mereka tak lagi mengimpor karet dalam bentuk mentah, tetapi berbagai produk hasil olahan karet. Bahkan, mereka berencana untuk mengekspor monorel ke India dan Brasil.

Dengan berbagai upaya itu bukan tidak mungkin Malaysia dapat menjadi pusat perdagangan seperti yang mereka kumandangkan selama ini.(Amanda Putri Nugrahanti)

        Sumber : http://forum.indogamers.com/showthread.php?t=476512&page=1